OHANA Training Center Hadirkan Wajah Baru Inklusi di Sleman

  • Administrator
  • Kamis, 02 April 2026 05:22
  • 10 Lihat
  • Sorotan

Upaya mewujudkan masyarakat inklusif di Kabupaten Sleman semakin nyata dengan hadirnya OHANA Training Center di kawasan Harjobinangun, Pakem. Peresmian gedung kantor sekaligus warehouse pusat pelatihan tersebut bukan sekadar pembangunan fasilitas baru, melainkan langkah strategis untuk memperkuat kualitas hidup penyandang disabilitas melalui layanan yang lebih profesional, aksesibel, dan berbasis kebutuhan nyata.

 

Dalam keterangannya, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menilai keberadaan OHANA Training Center menjadi momentum penting dalam mendorong pemberdayaan difabel secara berkelanjutan. Pemerintah daerah menyambut baik kontribusi OHANA yang selama ini konsisten menghadirkan solusi nyata bagi komunitas disabilitas. Menurutnya, fasilitas ini diharapkan mampu memberi dampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kemandirian serta partisipasi sosial penyandang disabilitas di Sleman.

 

Danang menyoroti, masyarakat selama ini kerap memandang kursi roda sebagai alat bantu yang seragam, padahal setiap penyandang disabilitas memiliki kebutuhan berbeda. Di OHANA Training Center, kursi roda adaptif dirancang menyesuaikan bentuk tubuh, aktivitas, hingga kebutuhan khusus pengguna, termasuk bagi atlet difabel. Kehadiran warehouse dan layanan pelatihan tersebut dinilai menjadi terobosan penting karena menyediakan solusi yang selama ini sulit diakses masyarakat.

 

Direktur Eksekutif OHANA, Risnawati Utami, menjelaskan bahwa training center ini dirancang sebagai pusat layanan komprehensif. Fokus utamanya meliputi layanan fungsional kursi roda adaptif, pemberdayaan ekonomi perempuan disabilitas, serta penguatan advokasi kebijakan inklusif. Ia menegaskan bahwa fasilitas ini hadir bukan hanya sebagai tempat pelatihan, tetapi juga ruang perjuangan untuk menghapus stigma dan diskriminasi terhadap penyandang disabilitas.

 

Sejak berdiri pada 6 Juli 2012, OHANA berupaya mengisi kekosongan layanan yang belum sepenuhnya terpenuhi oleh sistem yang ada. Banyak penyandang disabilitas masih menggunakan kursi roda yang tidak sesuai kebutuhan sehingga menghambat mobilitas dan kesehatan mereka. Selain itu, anak dengan disabilitas ganda masih menghadapi keterbatasan akses terhadap terapi berkualitas, yang berdampak pada perkembangan dan kualitas hidup mereka.

 

Melalui pendekatan berbasis komunitas, OHANA terus mengembangkan kerja advokasi guna mendorong terciptanya disability justice atau keadilan disabilitas. Upaya tersebut mencakup pemenuhan hak kesehatan, pendidikan, kesempatan kerja, hingga akses terhadap kebijakan publik yang inklusif dan responsif terhadap perubahan sosial di masyarakat.

 

Kehadiran OHANA Training Center di Sleman menjadi simbol perubahan paradigma dalam memandang disabilitas. Difabel tidak lagi ditempatkan sebagai kelompok penerima bantuan semata, melainkan sebagai individu yang memiliki potensi, kapasitas, dan hak yang sama untuk berkembang.

 

Dengan fasilitas baru ini, Sleman semakin menegaskan komitmennya menuju daerah ramah difabel. Kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, dan komunitas disabilitas diharapkan mampu menciptakan ekosistem inklusif yang berkelanjutan, di mana akses, kesempatan, dan martabat setiap warga dapat terjamin tanpa terkecuali.

 

Foto: (Dok. Prokopim Setda Sleman)

Sleman

Komentar

0 Komentar